Tanggal 11 Desember 2009 adalah hari ulang tahun Debora Natalie Ngadiman yang ke-7. Ini, adalah ultah yang kedua kalinya tanpa mami dan Ladylove. Maminya lagi sekolah S2 di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung sedangkan Ladylove Nadine di Jakarta dijagai oleh Lusi.Tidak terasa tujuh kalender telah habis. Banyak cerita kulalui bersama anakku yang paling tua ini. Cuma ada satu hal yang selalu bikin saya senewen, yaitu.... kalo penyakit malas makannya KUMAT !!! Bahkan saya sempat berpikir, bagaimana caranya agar tuh BALIMBING BOTOL yang ditanam di depan rumah, bisa DIJADIKAN COKELAT lantas disantap Debora. Hehehe....(Iwan Ngadiman)
Bila cinta memanggilmu, turutilah bersamanya Kendati jalan yang mesti engkau lalui sangat keras dan terjal Ketika sayap-sayapnya merangkulmu, maka berserah dirilah padanya Sekalipun pedang-pedang yang bersemayam di balik sayap-sayap itu barangkali akan melukaimu Ketika Ia bertutur kepadamu, maka percayalah padanya Walaupun suaranya akan memporandakan mimpi-mimpimu laksana angin utara yang meluluhlantakkan tetanaman
Cinta akanmemahkotai dan menyalibmu Menyuburkan dan mematikanmu Membubungkanmu terbang tinggi, mengelus pucuk-pucuk rerantinganmu yang lentik dan menerbangkanmu ke wajah matahari Namun cinta juga akan mencekik dan menguruk-uruk akar-akarmu sampai tercerabut dari perut bumi
Serupa dengansekantong gandum, cinta menyatukan dirimu dengan dirinya Melolosmu sampai engkau bugil bulat Mengulitimu sampai engkau terlepas dari kulit luarmu Melumatmu untuk memutihkanmu Meremukkanmu sampai engkau menjelma liat Lantas, cinta akan membopongmu ke kobar api sucinya Sampai engkau berubah menjadi roti yang disuguhkan dalam suatu jamuan agung kepada Tuhan
Cinta melakukan semua itu hanya untukmu sampai engkau berhasil menguak rahasia hatimu sendiri Agar dalam pengertianmu itu engkau sanggup menjadi bagian dari kehidupan
Jangan sekali-kali engkau izinkan ketakutan bersemayam di hatimu Supaya engkau tidak memperbudak cinta hanya demi meraup kesenangan Sebab memang akan jauh lebih mulia bagimu Untuk segera menutupi aurat bugilmu dan meninggalkan altar pemujaan cinta Memasuki alam yang tak mengenal musim yang akan membuatmu bebas tersenyum, tawa yang bukan bahak, hingga engkau pun akan menangis, air mata yang bukan tangisan Cinta tak akan pernah menganugerahkan apa pun kecuali wujudnya sendiri Dan tidak sekali-kali menuntut apa pun kecuali wujudnya sendiri itu pula Cinta tidak pernah menguasai dan tidak pernah dikuasai Lantaran cinta terlahir hanya demi cinta
Manakala engkau bercinta, jangan pernah engkau tuturkan, “Tuhan bersemayam di dalam lubuk hatiku.” Namun ucapkanlah, “Aku tengah bersemayam di dalam lubuk hati Tuhan.” Jangan pula engkau mengira bahwa engkau mampu menciptakan jalanmu sendiri Sebab hanya dengan seizin cintalah jalanmu akan terkuak
Cinta tidak pernah mengambisikan apa pun kecuali pemuasan dirinya sendiri Tetapi bila engkau mencintai dan terpaksa mesti menyimpan hasrat, maka jadikanlah hasratmu seperti ini: Melumatkan diri dan menjelma anak-anak sungai yang gemericik mengumandangkan tembang ke ranjang malam Memahami nyerinya rasa kelembutan Berdarah oleh pandanganmu sendiri terhadap cinta Menanggung luka dengan hati yang penuh tulus nan bahagia Bangkit di kala fajar dengan hati mengepakkan sayap-sayap Dan melambaikan rasa syukur untuk limpahan hari yang berbalur cinta Merenungkan muara-muara cinta sambil beristirahat di siang hari Dan kembali di kala senja dengan puja yang menyesaki rongga hati Lantas, engkau pun berangkat ke peraduanmu dengan secarik doa Yang disulurkan kepada sang tercinta di dalam hatimu Yang diiringi seuntai irama pujian yang meriasi bibirmu
Berpasangan engkau telah diciptakan, dan selamanya engkau akan berpasangan. Bersamalah dikau sampai sayap-sayap sang maut meliputimu. Ya, bahkan bersama pula kalian dalam musim sunyi Namun biarkan ada ruang antara kebersamaan itu, Tempat angin surga menari-nari di antara bahtera sakinahmu
Berkasih-kasihlah, namun jangan membelenggu cinta: Biarkan cinta mengalir dalam setiap titisan darah Bagai mata air kehidupan yang gemerciknya senantiasa menghidupi pantai kedua jiwa Saling isilah minumanmu tapi jangan minum dari satu piala Saling kongsilah rotimu tapi jangan makan dari pinggan yang sama Menyanyilah dan menarilah bersama dalam suka dan duka, Hanya biarkan masing-masing menghayati waktu sendirinya, Karena dawai-dawai biola, masing-masing punya kehidupan sendiri Walau lagu yang sama sedang menggetarkannya Sebab itulah simfoni kehidupan
Berikanlah hatimu, namun jangan saling menguasainya Jika tidak, kalian hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kalian temukan dalam dia Dan lagi, hanya tangan kehidupan yang akan mampu merangkulnya Tegaklah berjajar namun jangan terlampau dekat Bukankah tiang-tiang candi tidak dibina terlalu rapat? Dan pohon jati serta pohon cemara tidak tumbuh dalam bayangan masing-masing?
Dikutip dari Bukan SMS Cinta Biasa. Ungkapan Cinta Yang Meluluhkan Hati Dengan 2 Bahasa. Halaman 83 – 90. Penyusun: Renee Baron. Penerbit: 9months Publishing, Yogyakarta. Cetakan Pertama, 2009.