Ada Lomba Blog, Lho !!

Kamis, 19 Agustus 2010

Lomba Rakyat Dalam Rangka HUT Proklamasi RI ke-65


Memeriahkan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-65 Tahun 2010 anak-anak di Kelurahan Sario Lingkungan III dan sekitarnya, Kecamatan Sario, Kota Manado ikut meramaikan dengan mengadakan lomba lari kelereng, lari batu, dan HULAHUP/HO.

Kegiatan pun hanya dilakukan apa adanya namun tidak mengurangi semangat anak-anak untuk berlomba. Minimnya tempat untuk pelaksanaan LOMBA RAKYAT itu, terpaksa dilakukan di Lorong Mawar. Akibatnya, kenyamanan dari pengendara kendaraan bermotor terganggu. Bahkan tidak jarang, dalam dua hari pelaksanaan, yakni 18 – 19 Agustus 2010, anak-anak itu mendapat umpatan kasar dari para pengendara. “Ini jalan umum!!!” atau, “Ngoni pe jalang ni dia!!!”

Tidak Menghargai Makna 17
Selain itu, tercatat, pada Selasa, 17 Agustus 2010 sebuah sepeda motor menerobos masuk ke arena kegiatan dan dengan sengaja menabrak dua penghalang yang ditaruh di tengah jalan. Puncaknya, pada Rabu, 18 Agustus 2010 seorang bapak yang mengaku-ngaku APARAT memarahi seorang warga yang sedang mengabadikan kegiatan itu, dikarenakan mobil Livina krem DB 2…38 .. yang dikendarainya terhalangi oleh anak-anak yang sementara berlomba HULAHUP/HO. Sempat terjadi adu mulut bahkan adu jotos namun segera dilerai oleh warga yang lain.

Puas
Beberapa anak yang ditanyai mengaku gembira dan senang telah mengikuti LOMBA RAKYAT yang diprakarsai oleh Ibu Tilly Watupongoh itu. Walaupun rasa capek menyelimuti mereka namun keceriaan dan rasa puas terpancar jelas dari raut wajah mereka.

1200 Putaran
Percaya atau tidak, dalam lomba hulahup/ho kemarin (18/8/2010), Debora (7 tahun) melakukan 1200 putaran. Itupun setelah disuruh berhenti.

Rabu, 18 Agustus 2010

Napoleon Termasuk Anak Bodoh di Sekolah

Napoleon Bonaparte lahir tanggal 15 Agustus 1769 sebagai putra seorang pengacara. Ketika itu tempat kelahirannya, Corsica, belum lama dikukuhkan sebagai milik Prancis.

Ketika disekolahkan di Prancis, aksen Italianya sangat kentara dan ia merasa seperti orang asing. Ia bukan anak yang pandai di sekolah dan lulus pada urutan ke-42 dari 58 murid sekelasnya di Akademi Militer di Brienne. Namun, ia rajin belajar dari buku-buku.

Kehebatannya sebagai tentara baru tampak waktu perang di Italia tahun 1769 – 1797. Pahlawan perang itu melakukan kudeta di Prancis pada tahun 1799, sehingga kemudian diangkat menjadi konsul pertama.

Ia bukan hanya jagoan perang, tetapi juga seorang administrator. Kode Sipil yang dikenal sebagai Kode Napoleon, yang sampai kini merupakan dasar hukum Prancis, ditiru oleh negara-negara Eropa lain dan juga Amerika. Napoleon pun sangat memperhatikan pendidikan.

Tahun 1802 konstitusi baru menjadikannya konsul seumur hidup. Bekas musuh kaum royalis ini bahkan kemudian diangkat menjadi kaisar (1804), yang kemaharajaannya sempat membentang dari Hamburg hingga Roma. Ia mengangkat saudara-saudaranya menjadi raja atau istri raja. Inggris yang merasa terancam, berserikat dengan lawan-lawan Napoleon.

Titik balik bagi Napoleon terjadi ketika ia harus mundur dari Rusia di musim dingin 1812. Tahun 1814 Tentara Serikat berhasil menduduki Paris dan Napoleon diasingkan ke Pulau Elba di Laut Tengah.

Napoleon berhasil kabur dan selama tiga bulan menakutkan lawan-lawannya. Ia mengepalai tentaranya di Belgia. Ia berhadapan dengan Wellington dekat Waterloo dan dikalahkan (18 Juni 1815). Sekali ini ia dibuang ke Pulau Saint Helena, yang waktu itu dalam pelayarannya memakan waktu tiga bulan. Ia meninggal di sana tahun 1821. Tubuhnya dimakamkan kembali di bawah kubah di Les Invalides di Paris pada tahun 1840.

Dikutip tanpa perubahan dari Majalah INTISARI Edisi Oktober 1986 halaman 57